Tanda Whatsapp Dibajak dan Cara Amankan

Tanda Whatsapp Dibajak dan Cara Amankan Mungkinkah Akun WhatsApp Dikloning dan Dibajak Orang Lain?



WhatsApp kini diperkirakan memiliki pengguna aktif sekitar 2 miliar di seluruh dunia. Dengan makin banyak pengguna, aplikasi ini menjadi salah satu sasaran empuk bagi para peretas.

Di Indonesia, kasus peretasan Whatsapp sudah beberapa kali menimpa sejumlah kalangan. Untuk itu, perlu diwaspadai beberapa tanda-tanda berikut untuk mencegah pembajakan Whatsapp.

WhatsApp memang memiliki fitur end-to-end enkripsi yang membuat pesan tak bisa dibaca oleh orang lain. Namun hal ini ternyata tidak cukup, sebab akun WhatsApp masih bisa dikloning untuk melakukan tindakan jahat.

Menurut pakar keamanan perangkat dan siber Alfons Tanujaya, menyadap dengan menggunakan aplikasi kloning perlu kontak fisik dengan ponsel yang akan disadap. Sebab, setelah memasukkan nomor akan dijadikan target, WhatsApp akan meminta kode verifikasi yang biasanya dikirim ke nomor ponsel target.

Sejumlah situs menyediakan aplikasi kloning Whatsapp di perangkat IOS dan Android. Modus pembajakan bisa dilakukan mulai dari cara yang rumit, hingga yang sederhana seperti memindai QR Code.

Pada level tertentu, pelaku peretasan bahkan bisa mengawasi perilaku hingga bisa membalas pesan kepada kontak korban seolah-olah pesan dari korban.

Tanda Whatsapp Dibajak

1.. Keluar dari akun WhatsApp dengan sendirinya

WhatsApp tak bisa digunakan di dua ponsel secara bersamaan. Jadi ketika nomor WhatsApp digunakan diperangkat lain akan muncul kode OTP ke nomor ponsel yang terdaftar. Jika pengguna tiba-tiba menerima kode OTP dan keluar dari aplikasi WhatsApp dengan sendirinya ada kemungkinan nomor mereka dikloning oleh orang lain.

2.Pesan telah terbaca 

Tanda-tanda akun Whatsapp dikloning menggunakan aplikasi seperti ini adalah jika Anda pernah menemukan tanda pesan sudah terbaca padahal belum pernah Anda buka. Pesan yang sudah terbaca ditandai dengan dua centang biru dibagian kanan bawah pesan.

Namun, tanda ini bisa dinonaktifkan di bagian pengaturan. Jika tanda ini tak diaktifkan, maka pengguna tak bisa melihat apakah pesan sudah terbaca atau belum.

3.Dapat kiriman OTP

Jika pengguna tiba-tiba menerima kode OTP dan keluar dari aplikasi WhatsApp mereka dengan sendirinya ada kemungkinan nomor mereka dikloning oleh orang lain.Pengirim bisa saja pura-pura mengaku sebagai teman korban dan meminta mengirimkan kode itu lantaran mereka sulit masuk ke akun Whatsapp mereka. Ini adalah salah satu jebakan dan kemungkinan berbagai jebakan lain yang pada intinya meminta enam kode tersebut.

4.Log perangkat yang tidak dikenal

ika menemukan ada perangkat tak dikenal, tutup segeralah tutup akses perangkat tersebut. Caranya:

Android:

- Pada tab Chat, ketuk menu pada titik tiga di kanan atas. 

- Pilih WhatsApp Web

- Cek perangkat yang terhubung, jika ada perangkat tidak dikenal, pilih keluar (log out) dari perangkat atau pilih keluar dari semua perangkat. 

iOS:

- Pilh Seting atau Pengaturan di kanan bawah

- Pilih WhatsApp Web/ Desktop

- Cek perangkat yang terhubung, jika ada perangkat tak dikenal geser kanan dan pilih log out atau pilih keluar dari seluruh perangkat.

5.Status Online padahal tak aktif

 Cara untuk mengetahuinya adalah dengan melihat apakah nomor kita tampak online di akun Whatsapp orang lain ketika kita tidak membuka aplikasi WhatsApp di ponsel ataupun WhatsApp web.

Maka, untuk mengamankan masalah penyadapan dan pembajakan seperti ini pengguna bisa melakukan hal berikut untuk mengatasinya

1. Logout Whatsapp Web

Untuk menghindari penyadapan Whatsapp lewat aplikasi yang meniru Whatsapp Web, pengguna bisa mengecek perangkat apa saja yang menggunakan akun anda lewat Whatsapp Web.

- Klik opsi titik tiga di kanan atas

- Klik Whatsapp Web

- Muncul daftar perangkat yang login dengan akun Anda.

- Pilih logout dari semua perangkat

2. Aktifkan pemindai sidik jari

Agar tak sembarang pengguna bisa masuk ke akun Whatsapp Anda dan memindai kode QR untuk menyadap, pengguna bisa aktifkan fitur pemindai sidik jari.

- Klik opsi titik tiga di kanan atas

- Klik Privasi

- Klik kunci sidik jari

- Aktifkan

- Pengguna akan diminta untuk merekam sidik jari mereka

- Whatsapp meminta pengguna memilih berapa lama aplikasi akan terkunci otomatis, segera, setelah 1 menit, atau setelah 30 menit.

3.Aktifkan Verifikasi Dua Faktor

Ini adalah opsi untuk mengirimkan kode enam angka tiap pengguna masuk dengan nomor Whatsapp terdaftar ke perangkat baru, seperti dilansir The Verge. Kode ini berbeda dengan OTP. Cara ini digunakan agar orang tak bisa masuk begitu saja ke akun Whatsapp pengguna dan membajak lewat kode QR. 

- Klik opsi titik tiga di kanan atas

- Setting > Account > Two Step Verification

- Klik Enable

- Masukkan enam kode rahasia yang anda pilih.

- Masukkan email untuk memulihkan kata kunci jika pengguna lupa.

4.Nonaktifkan akun.

Jika akun Whatsapp telah diretas, nonaktifkan akun untuk memastikan tidak ada yang menggunakan akun WhatsApp. 

Caranya dengan mengirim email ke dukungan WhatsApp di support@whatsapp.com dengan frasa "Hilang / Dicuri: Silakan nonaktifkan akun saya" di badan email, seperti ditulis India Today.

Setelah penonaktifan berhasil, Anda memiliki 30 hari untuk mengaktifkan kembali akun Anda sebelum dihapus sepenuhnya.

5.Pasang ulang Whatsapp

Jika Anda terlanjur mengklik Oke saat ada peringatan untuk memindahkan akun seperti disebutkan sebelumnya. Anda bisa menginstal ulang Whatsapp untuk mengambil kembali akun tersebut.

Namun, dengan catatan Anda masih tetap menggunakan nomor yang didaftarkan pada Whatsapp tersebut. Sebab, kode OTP Whatsapp akan dikirimkan ke nomor yang terdaftar.

>

Post a Comment

Previous Post Next Post