Penyebab lampu indikator injeksi menyala

 Penyebab lampu indikator injeksi menyala 

sebenarnya disebabkan oleh beberapa faktor. Namun, terkadang banyak pemilik mobil sering lalai atau bahkan lupa.

Padahal, penyebabnya terkadang disebabkan oleh hal-hal yang sepele. Tapi, tidak menutup kemungkinan juga jika adanya kerusakan yang hampir parah pada mobil tersebut, meskipun jarang terjadi.

Biasanya, ada beberapa penyebab lampu indikator pada mobil injeksi ini menyala.


Penyebab Lampu Indikator Injeksi Menyala

Secara teknis lampu ini akan menyala jika adanya gagal fungsi sensor yang terdapat di area mesin. Bisa juga disebabkan oleh rusaknya soket atau kabel putus, sehingga Electronic Control Module (ECM) tidak bisa membaca aliran listrik.

Hal inilah yang menjadi penyebab lampu indikator injeksi yang ada di klaster instrumen akan menyala kuning. Penyebabnya bisa bermacam-macam, maka dari itu perlu diketahui beberapa hal penyebabnya.


   * Mass Air Flow



Alat scanner berfungsi untuk melihat berbagai malfungsi yang ada di dalam mobil. Salah satunya adalah mass air flow yang terkadang kotor. Mass air flow ini merupakan alat yang berfungsi sebagai pengukur jumlah udara yang mengalir melalui throttle valve. Mobil-mobil injeksi akan menggunakan alat ini.

Biasanya masalah yang terjadi karena mass air flow sudah rusak, atau bisa juga area circuit atau kabelnya kotor.

Caranya cukup dibersihkan terlebih dahulu dengan menggunakan cairan khusus mass air flow.


   * Manifold Absolute Pressure


Hal lain yang bisa menjadi penyebab lampu indikator injeksi menyala adalah Manifold Absolute Pressure (MAP). Ini merupakan sensor yang berguna mengukur tekanan udara di dalam intake manifold atau vaccum intake manifold. Sensor ini biasanya akan mengatur timing pengapian. Pada beberapa mobil yang lampu indikator injeksinya menyala, sensor ini bisa saja rusak. Jika rusak, salah satu cara adalah dengan menggantinya.


   * Crankshaft Position Sensor

Penyebab lain yang bisa membuat check engine menyala adalah rusaknya crankshaft position sensor. Sensor ini punya fungsi sebagai penentu lokasi ‘top’ pada salah satu silinder. Posisi ‘top’ merupakan posisi piston di salah satu silinder berada pada akhir kompresi.

Crankshaft position sensor ini akan menentukan ‘top’ pada silinder pertama. Data dari sensor ini akan berguna sebagai timing dasar system pengapia


   * Oil Pressure Sensor

Sensor ini bekerja untuk mendeteksi oli di dalam mesin mobil. Biasanya penyebab lampu indikator check engine menyala ini bisa juga disebabkan oleh kurangnya oli mesin.

Sehingga saat oli berkurang, tekanan oli yang drop akan diterima sensor ini. Secara otomatis, mesin akan mengirimkan sinyal ke ECU dan akan membuat lampu indikator check engine menyala.

 bisa juga karena oli yang sudah kotor, sehingga sensor tidak bekerja optimal. Hal ini biasa terjadi karenak pemilik mobil melewati masa penggantian oli yang sudah ditentukan.


   * Water Temperature Sensor 


Sensor lain yang bisa menjadi penyebab lampu indikator injeksi menyala adalah water temperature sensor. Sensor ini juga dikenal dengan engine coolant temperature yang bekerja mendeteksi suhu air pendingin pada radiator.

Sensor ini nantinya akan mengirimkan sinyal untuk menyalakan extra fan untuk mendinginkan radiator. Biasanya dalam mobil terdapat 2 buah sensor water temperature.


Pada mobil modern, cara termudah untuk melakukan pengecekan ini adalah dengan menggunakan alat scanner.

>

2 Comments

Post a Comment

Previous Post Next Post