penyebab mobil boros bensin dan cara mengatasinya

 Penyebab mobil boros bensin ada beragam. 

Sering kali, hal ini seolah tak terduga dan terjadi tiba-tiba. Tanpa disadari, frekuensi Anda melakukan pengisian ulang bahan bakar jadi lebih banyak atau anggaran untuk membeli bahan kendaraan mulai membengkak. Jika didiamkan atau dibiarkan, penyebab mobil boros bensin bisa jadi semakin merugikan, terlebih di tengah kondisi harga bahan bakar minyak yang terus mengalami kenaikan.
Jika Anda termasuk salah satu yang menghadapi masalah tersebut, jangan merasa tak punya pilihan lain. Anda bisa mencari tahu penyebab mobil boros bensin agar dapat memperbaiki kondisinya.

Berikut beberapa daftar kemungkinan penyebab mobil boros bensin 



Perilaku Berkendara yang Agresif: Penyebab Mobil Boros Bensin yang Jarang Disadari

Tak banyak pengendara atau pemilik kendaraan yang sadar jika gaya mengemudi dapat mempengaruhi tingkat konsumsi bahan bakar. Artinya, tingkat efisiensi bahan bakar akan bergantung pada kecakapan pengemudi dalam berkendara. Jika pengemudi berkendara dengan gaya atau perilaku yang agresif, mobil bisa jadi boros bensin.

* Perilaku agresif yang dimaksud di sini adalah akselerasi mendadak atau injakan pedal rem dengan kekuatan berlebihan. Akselerasi mendadak dapat menaikkan suplai bensin hingga maksimal. Sementara itu, pengereman berlebihan membuat mobil harus digas lebih dalam agar ada tenaga yang cukup untuk bergerak lagi.


* Solusi untuk masalah ini adalah Cobalah untuk berkendara dengan lebih tenang dan halus. Atur injakan pedal gas dan perhitungkan jarak pengereman. Gas dan rem harus dilakukan secara bertahap untuk menghindari akselerasi atau pengereman yang mendadak. Prinsipnya, jagalah laju kendaraan agar tetap konstan atau tidak berubah secara drastis agar bahan bakar terpasok lebih teratur dan tidak mudah keluar.

Penggunaan Bahan Bakar yang Tidak Tepat

*Tak jarang pemilik atau pengguna mobil mengisi kendaraan dengan bahan bakar yang kurang tepat. Entah karena pertimbangan harga, entah karena faktor ketersediaan. Padahal, bahan bakar mobil seharusnya tak dipilih sembarangan. Tak semua bahan bakar cocok dengan kompresi mesin mobil. Jika terlalu sering menggunakan bahan bakar seperti ini, terutama bahan bakar yang kotor, lama kelamaan pasti timbul penumpukan kerak di dalam mesin dan saluran injektor. Kerja mesin pun akan jadi berat sehingga konsumsi bahan bakar semakin boros.

*Supaya tidak boros bensin, mobil Anda harus di isi BBM yg sesuai nilai oktan yang disarankan pabrik atau produsen. Pemakaian bahan bakar yang sesuai akan menjaga pembakaran pada mesin tetap optimal sehingga mobil lebih hemat bensin dan efisien.

Filter Udara Kotor

*Sebuah mobil pasti dilengkapi dengan filter udara. Filter udara berfungsi menyaring udara yang akan masuk ke dalam ruang pembakaran. Aliran udara di dalam saluran masuk akan diblok dengan bahan seperti kertas atau kain berpori besar agar partikel-partikel yang terbawa bisa tersaring. Jika ada debu, secara otomatis debu tersebut akan tertinggal di permukaan dan tidak bisa menembus lapisan filter ini.

Dalam kurun waktu yang lama, debu-debu akan menumpuk dan jadi timbunan yang memenuhi filter udara. Saluran ini pun bisa mampet dan mengganggu kelanc

aran aliran udara. Jika pasokan udara ke mesin berkurang, langkah piston akan menjadi berat. Efeknya, mobil terasa tak bertenaga. Anda harus menekan pedal gas lebih dalam untuk menggeber kendaraan. 

Hal ini membutuhkan pasokan bensin yang besar sehingga bahan bakar akan terasa lebih cepat habis.


 *Langkah yg harus anda lakukan sebaiknya membersihkan filter udara. Caranya sama sekali tidak sulit dan bisa dilakukan sendiri di rumah. Anda tinggal melepas filter, lalu bersihkan menggunakan air bertekanan kuat sampai semua debu yang menempel hilang.

Sering Menggunakan AC dalam Suhu yang Terlalu Dingin


*Berkendara tanpa menghidupkan air conditioner (AC) bisa jadi membuat pengemudi maupun penumpang merasa kurang nyaman. 

Hal ini berlaku terutama untuk orang-orang Indonesia, mengingat iklim tropis sering kali membuat mereka harus menghadapi suhu udara yang panas atau sangat tinggi di siang hari. 

Saking pentingnya, kontrol AC biasanya jadi tombol pertama yang wajib ditekan dan diatur begitu mesin mobil telah dihidupkan. Di waktu tertentu, tak jarang pengendara akan mengatur suhu AC hingga ke titik yang paling dingin.

Sayangnya, menyalakan AC dengan suhu yang terlalu dingin dan dalam waktu yang cukup lama akan meningkatkan konsumsi bahan bakar. 

Saat AC dinyalakan, mesin akan memutar kompresor pemompa refrigerant dengan membagi daya. Nah, daya atau power mesin yang dibutuhkan ini tidak sedikit. Kompresor AC bahkan harus bekerja lebih lama jika suhu diatur terlalu dingin. 

Artinya, power mesin yang harus dibagi pun semakin banyak. Mobil tak mungin dapat berjalan jika pedal gas tak diinjak lebih dalam dan bensin untuk pembakaran tak disuplai dalam jumlah yang lebih besar.

*Agar tak membebani kerja mesin dan membuat mobil boros bensin, aturlah suhu AC agar tidak terlalu dingin. Nyalakan AC sewajarnya, yakni pada kisaran 24-27 derajat celcius yang rata-rata sudah cukup untuk membuat kabin mobil terasa dingin. 

Jika Anda hendak memarkir dan meninggalkan kendaraan saat cuaca terasa terik, pilihlah tempat yang teduh agar kabin tidak menjadi panas dan AC tak perlu dinyalakan dengan suhu berlebihan setelahnya.

Satu hal lain yang tak kalah penting, jaga dan pastikan AC selalu dalam kondisi “sehat” atau berfungsi dengan normal. AC mobil yang “tidak beres”, seperti hanya mengeluarkan angin atau tak terasa dingin, hanya akan membuat kinerja mesin menurun. Akibatnya, tentu saja mobil pun makin boros bensin.

>

6 Comments

  1. https://rbtcoo.blogspot.com/2021/01/informasi-situs-jual-beli-mobil.html

    Informasi berguna ni.

    ReplyDelete
  2. Buat kalian yang ingin tau tentang wisata di Indonesia, kalian bisa kunjungi blog ini. 😁
    Disini terdapat sedikit rangkuman tentang Wisata Keren di Indonesia
    http://www.nandblog.site/
    http://www.nandblog.site/

    ReplyDelete

Post a Comment

Previous Post Next Post