Pengaruh Game Terhadap Anak dan Remaja 2021

Main game memang sangat mengasyikkan dan bisa bikin siapa saja, terutama anak-anak jadi lupa waktu. Meski bermain sudah menjadi hal yang “wajar” 

Untuk anak-anak, tapi apa jadinya jika anak lebih sering duduk di depan layar komputer selama berjam-jam untuk bermain game online? Jika dibiarkan, hal tersebut bisa memberi dampak negatif bagi kesehatan fisik dan psikologis anak, lho.

Anak-anak zaman now pasti sudah tidak asing lagi dengan teknologi dan gadget. Bahkan menurut Marc Prensky, pakar pendidikan lulusan Universitas Harvard dan Yale dari Amerika, anak-anak yang berusia 14 tahun ke bawah merupakan “digital natives” alias penduduk asli yang menghuni dunia digital ini.

Meledaknya game online sendiri merupakan cerminan dari pesatnya jaringan komputer yang dahulunya berskala kecil sampai menjadi internet dan terus berkembang sampai sekarang.banyak penyebab yang ditimbulkan dari kecanduan online, salah satunya karena bermain sampai tuntas. 

Anak-anak lebih mengenal Pubg, Freefire, Mobile Legend dll.daripada belajar berhitung ,menulis, menyanyi dan kegiatan sekolah lainnya.memang sih karena saat ini sedang lagi ada cofid19.

Pengaruh Game Terhadap Anak

Kita bisa melihat bagaimana game mobile smartphone memberikan pengaruh kepada anak-anak kita. Perkiraan kasar dari kelompok usia yang lebih sering untuk bermain video game adalah 10-25 tahun. Mereka memiliki sedikit pengetahuan tentang realitas dunia. 

Itu adalah zaman ketika seseorang dapat memiliki banyak pengalaman tentang bagaimana hal-hal di dunia, dengan berkeliling dan dengan berinteraksi dengan anggota masyarakat lainnya. Video game telah memengaruhi hubungan dengan rekan mereka. Mereka menghabiskan sebagian besar waktu mereka bermain di layar smartphone. Mereka sangat berperan dalam memecahkan masalah sosial yang memengaruhi kemampuan komunikasi mereka.

Oleh karena itu untuk setiap orang tua harus bisa memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan baik luar maupun dalam anak-anak.lebih memperhatikan waktu dan kesempatan untuk bermain bersama anak-anak agar mereka tidak selalu  menyendiri dan bermain game atau sejenisnya.

Bahaya Bermain Game

Kelemahan video game agak bahaya daripada manfaatnya. Tidak ada penafian semua efek buruk dari video game. Seorang anak yang sudah dewasa bermain video game ini secara serius mampu melepaskan diri dari mode video game. Misalnya, tidak mematuhi peraturan lalu lintas di dalam game mengemudi atau pengembang game tidak memeriksanya demi membuat game mereka lebih menyenangkan. Jadi ketika anak ini dapat mengendarai mobil sungguhan, ia memainkan permainan itu di belakang kepalanya yang dulu ia mainkan di masa kecilnya dan menyetir dengan sembrono seperti yang biasa ia lakukan dalam bermain game.

Tanda-tandanya anak sudah mulai kecanduan bermain game adalah:

*Merasa gelisah dan mudah marah apabila tidak diijinkan bermain.

*Yang ada di pikirannya hanyalah permainan online, sehingga ketika ibu mengajaknya ngobrol, topik yang ia bicarakan juga tentang permainan tersebut.

*Selalu ingin main game terus menerus dan susah bila disuruh berhenti.

*Tidak peduli dengan orang-orang di sekitar, bahkan enggan bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya.

*Mengalami migrain dan mata lelah karena terlalu lama memandang layar komputer atau gadget.

Dampak bagi Kesehatan Fisik

 *Kesehatan Mata Terganggu

*Gangguan Motorik

*Menurunkan Tingkat Konsentrasi Anak

*Nyeri Sendi

Dampak bagi Kesehatan Psikologis

*Masalah Komunikasi

Tidak hanya kemampuan bersosialisasi saja yang bermasalah, anak yang kecanduan game juga akan mengalami kesulitan dalam berkomunikasi.

*Anak Kurang Bersosialisasi

Si praremaja yang kecanduan bermain game biasanya akan lebih memilih bermain komputer di rumah daripada bermain di luar bersama teman-temannya. 

*Membuat Anak Jadi Lebih Agresif

 Anak yang kecanduan bermain game yang mengandung unsur kekerasan, seperti perang-perangan, pertarungan, dan lain sebagainya, biasanya akan lebih agresif 

*Jadi, kalau Si Kecil sudah mulai kecanduan bermain game, sebaiknya para orangtua segera mengambil langkah tegas dengan membatasi frekuensinya bermain game. orangtua juga bisa mendorong anak untuk melakukan berbagai aktivitas positif di luar rumah. 


>

Post a Comment

Previous Post Next Post